Login via
Facebook

Current Visitors:

Home Friend's Stories

 

Perjuangan Seorang Ibu

Seorang ibu yang sedang hamil muda terpaksa ditinggal oleh suaminya demi menjalankan tugasnya pada negara.

Dengan kondisi uang yang sangat minim sehingga ibu tersebut kurang mengkonsumsi makanan bergizi, oleh sebab itu ibu muda ini sering sekali sakit-sakitan

puncaknya dalam keadaan hamil tua, sang ibu mendapat kabar kalau 1 regu dari satuan suaminya tertembak mati.

stres semakin melanda sang ibu, sehingga berkali" jatuh pingsan.

Harinya pun tiba, dua hari sebelum sang bayi melihat dunia, sang ibu di dera rasa sakit yang luar biasa

hingga pada saat persalinan sang ibu sudah tidak mempunyai tenaga lagi, terlebih lagi tali pusar melilit di leher sang bayi

hingga diambil keputusan untuk menggunakan alat untuk menyedot sang bayi

sang ibu hingga benazar ' Tuhan izinkanlah anak ku ini melihat dunia ini dan akan ku serahkan anak ini kepadaMu' demikianlah nazar sang ibu

tak beberapa lama kemudian sang bayi lahir dengan keadaan muka yang biru dan tidak menangil seperti halnya seorang bayi baru lahir

sehingga banyak mengira bayi tersebut meninggal dunia.

Tapi memang benar-benar kuasa Tuhan bayi perempuan yang sangat cantik itu mengeluarkan suaranya

Setelah dirawat dua hari sang ibu diperbolehkan pulang, namun putrinya tidak bisa dibawanya karna harus mendapatkan perawatan lebih di rumah sikit berbeda

Dengan perasaan sangat sedih ibu ini pulang kerumahnya

Permasalahan tidak sampai situ saja, di usia yang ke sembilan bulan barulah nampak keadaan putri cantiknya berbeda dengan baayi yang lain

anaknya belum bisa mengangkat kepalanya

diusianya dua tahun belum juga bisa berjalan,

Walau dalam keadaan kondisi anaknya yang seperti itu, ibu ini terus berjuang membawa putri kesayangannya kesegala alternatif untuk mengusahakan agar putrinya dapat berjalan.

tapi satu yang bikin ibu ini terhibur, putrinya sangat disukai banyak orang karna parasnya yang cantik dan pintarnya dalam berbicara.

Diusianya yang ke 4 tahun akhirnya putrinya bisa berjalan dan bersekolah di sokolah anak normal.

Sering setiap pulang sekolah putri kecilnya menangis karna di ejek teman-temannya karna kekurangan fisknya, sebenarnya hati sang ibu hancur sedih karna melihat putrinya menangis meminta untuk tidak sekolah lagi, tapi dengan penuh bijak sana ibu ini bisa menenangkan putri kecilnya sambil memberikan nasehat

dan akhirnya puti kecilnya mau lagi bersekolah, tapi kejadian tersebut teus terulang hingga Sekolah Menengah Atas.

Selama 23 tahun perjuangan sang ibu tidak sia-sia

putri kecilnya telah menjadi dewasa dan mendapat gelar Sarjana Muda,dan bisa merantau ke Ibu Kota untuk bekerja


Tulisan ini dikirim oleh: Dina Agistia Sari Siregar

terms of use | privacy policy
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia